Loading...

Cerita Sek selingkuh : aku tahu kenapa lubang tempik mu longgar !

Cerita sek selingkuh ini sebenarnya fantasi ane agan-agan sekalian, ane selalu membayangkan pasangan ane dipuaskan oleh orang lain.
Ide penulisan cerita seks selingkuh saya tambahin bumbu bumbu drama supaya lebih nikmat di baca.

baca cerita sek selingkuh tentang lubang tempik

15 tahun yang lalu ..
"Cerita sek selingkuh aku tahu mengapa liang senggamamu longgar"

Siang itu aku & pacarku baru saja pulang dari sebuah tempat wisata di daerah Kebumen dengan menggunakan mobil. Karena satu & lain hal, kami memutuskan berjalan santai melewati jalan daerah pantai selatan Jawa. Sialnya di tengah perjalanan radiator mobil kami bocor, padahal hari itu sudah lewat tengah hari dan kebetulan tidak banyak rumah disekitar kami berada. Setelah bertanya kesana kemari, kebetulan tidak jauh dari tempat mobil kami diparkir ada bengkel sederhana yang sekaligus sebagai warung kopi & makanan. Sembari menunggu mobil diperiksa oleh montir, aku berkata pada pacarku:

“Say, kelihatannya lama nih, kamu istirahat di warung saja, sambil makan apa gih ..”

Baca juga :
Cerita seks pesona ibu mertua

Pacarku menjawab “Iya nich, kebetulan aku agak sakit perut, siapa tau ada WC di warungnya”

Kemudian ia bertanya pada ibu-ibu penjaga warung “Bu Kamar mandinya sebelah mana ya?”
“Dikebun belakang ada kamar mandi dek, nggak jauh kok, tapi airnya musti nimba dulu di sumur”, Jawabnya

“Oh terima kasih bu, gpp, saya pake tisu ajah” dan tak lama dia menoleh kepadaku
“Sayang aku mungkin agak lama, nanti aku tunggu disini aja yach”.
“Ok lah” aku menjawab sambil tersenyum.

Sambil menunggu radiator diperbaiki aku memesan minuman dan ngobrol dengan si ibu penjaga dan bercerita mengenai asal usul kami berdua.
Sekilas tentang kami berdua. Kami baru saja lulus kuliah dari salah satu PTS ternama di Jogjakarta. Aku Iwan dan pacarku bernama Ayusta.

baca cerita sek longgar nya memek istri

Yusta memiliki postur yang sintal berisi, tingginya sekitar 160cm, termasuk cukup tinggi untuk ukuran seorang wanita. Dengan kulit sawo matang ukuran dadanya juga lumayan besar kira2 36b serta pantatnya yang besar dan bulat, banyak yang bilang aku pemuda beruntung karena bisa mendapatkan Yusta.

Sekitar sepuluh menit mengecek keadaan mobil aku kembali menuju warung, ternyata Yusta belum juga muncul. Akhirnya aku berniat menyusul sekalian kencing juga pikirku. Setelah menitipkan tas ke ibu penjaga warung aku berjalan menyusuri kebun tebu yang lumayan rindang dan sepi. Setibanya dikamar mandi yang dimaksud si ibu aku sempet bingung. Kok Yusta tidak ada. Akhirnya aku putuskan untuk kembali kewarung mungkin saja Yusta telah balik.

Ditengah jalan aku sempat melihat sebuah rumah kecil dari kayu. Letaknya agak tersembunyi mungkin kalo orang tidak memperhatikan tidak akan yang tahu kalau disitu ada rumah . Tapi yang membuat aku penasaran sekaligus berdegup aku mendengar suara rintihan seorang wanita dari arah rumah kecil itu.

Dengan mengendap-endap aku mendekati rumah yang lebih pantas disebut gubuk itu, lewat celah jendela aku coba mengintip apa yang sedang terjadi didalam. Aku terdiam ketika tau apa yang sedang terjadi disana. Yusta sedang duduk disebuah ranjang kayu sedang diisap serta dijilati selangkangannya oleh seorang mas-mas dengan perawakan hitam besar yang hanya menggunakan singlet dan sarung.

 Kulihat kaus oblong yang dikenakan pacarku telah terangkat sampai dada, sementara celana pendek, cardigan beserta CDnya telah berserakan di lantai. Yusta meracau “maassshh Jangghhhaaan” tapi tangannya menggengam erat kepala mas-mas tadi seperti tak mau melepasnya. Aku dapat melihat jelas selangkangan berbulu lebat Yusta dilahap dengan rakus oleh mas-mas keparat itu.

Slurrrppph ssshhhphh sllrpph ahh” terdengar suara seperti orang sedang makan mie dengan nikmatnya suara mas-mas itu menyeruput vagina Yusta sambil sesekali jarinya yang besar itu dicolokkan keluar-masuk kedalamnya. Kuakui permainan lidah mas-mas tersebut sungguh hebat, seluruh permukaan bibir vagina pacarku kini telah banjir bermandikan ludah mas-mas itu yang bercampur dengan lendir kenikmatan Ayusta yang mengalir keluar akibat rangsangan hebat yang belum pernah dialaminya.

Tak hanya kelentit pacarku yang merasakan gigitan, hisapan serta sentilan nakal lidah mas-mas tersebut, bahkan liang dubur Ayusta pun tak luput dari serangan si mas, kombinasi jilatan, hisapan serta tusukan jari si mas di lubang tersebut membuat pacarku semakin histeris. Aku hanya bisa melihat dengan perasaan penuh gairah bercampur sedikit rasa jijik, bagaimana tidak, aku membayangkan bagaimana aroma sekitar liang dubur Yusta mengingat dia hanya membersihkannya dengan tissue setelah buang hajat di kakus yang letaknya tak jauh dari gubuk ini.

Dengan suaranya yang makin merintih Yusta terus meracau,
“maaashhh Janggggaaaaan Nantiii Paccccchaar Saaaaayaa Leeewaaaaaat “. Namun rintihan itu juga dibarengi dengan gerak liar pinggul Yusta yang tak terkontrol, mungkin akibat rasa geli bercampur nikmat yang tak terkira.

Selang 3 menit kemudian gerakan pinggul pacarku semakin menggila mengikuti gerakan tangan si mas yang mengocok-ngocok vagina serta liang dubur pacarku tanpa ampun. Tak lama kemudian Yusta mengerang panjang sambil pinggulnya mengangkat keatas ” Maassshhh Akuu Keeeeeluaaarrrhh “…….” Aaaaccchhhhh “.

Gila, itu orgasme pertamanya tanpa penetrasi pikirku. Ya, kami memang sering berhubungan badan dan aku juga lelaki yang telah membobol keperawanan Yusta. Tapi baru kali ini aku melihat dia orgasme pada saat permainan belum dimulai.

Si mas keparat itu bangun dan dengan tersenyum dia bertanya “Enak sayang ?”.
Dengan nafas yang masih ngos-ngosan Yusta tidak menjawab hanya menganggukan kepala. Tidak berapa lama si mas melepas sarungnya seketika itu pula aku dapat melihat penis coklat kehitaman seukuran kaleng Fanta menjuntai lemas dihadapan wajah Yusta. Saat itu aku merasa minder melihat penis si mas itu, bagaimana tidak, dengan ukuran yang belum tegang saja penis si mas itu hampir 2 kali ukuran penisku ketika berdiri.

Mas-mas itu tersenyum sambil berbicara. “Aku tau kamu sudah tidak perawan lagi, Tapi coba lihat lebih besar mana ? Dibandingkan punya pacarmu”.

Tak ada jawaban dari Yusta tapi aku melihat tatapan mata Yusta berubah, dia seperti kaget, bercampur penasaran dan terpesona karena memang Yusta biasanya cuma melihat penisku yang berukuran standar. Tanpa aba2 Yusta meraih batang besar itu dengan tangannya, dan mulai mengocoknya.

Pernah suatu hari kami menonton film blue dikost ku dan dengan polos Yusta bertanya “ Kok bisa ya anunya sebesar botol gitu ?“, aku hanya tersenyum dan bilang “Namanya juga film”. Tapi entah apa yang ada dibenak Yusta saat ini dengan Penis raksasa digengamannya itu.

Mau pingsan rasanya saat melihat Yusta tanpa dikomando mulai menjilati batang kejantanan si mas, yang makin lama makin bertambah panjang & besar serta menampakkan urat-uratnya yang bersembulan di sekujur permukaan kulit penisnya yang tebal. Hatiku sakit terbakar cemburu, bagaimana tidak, selama ini Yusta selalu menolak bila kuminta menghisap kemaluanku, tapi saat ini tanpa canggung ia melakukannya pada lelaki lain yang tak dikenalnya.

Mungkin karena pesona ukuran batang kejantanan si mas itu yang membuat pacarku gelap mata, agak susah awalnya bagi pacarku untuk menelan semua penis itu kemulutnya, karena memang ukuran diameternya yang luar biasa, tapi Yusta terlihat sangat lihai, layaknya artis film porno Yusta mengocok & menghisap penis si mas sambil merangsang dan memainkan kelentitnya sendiri dengan jemarinya.

Karena terpengaruh nafsu birahi yang memuncak, Yusta mendorong tubuh si mas sehingga mas-mas itu sekarang gentian duduk mengangkang diatas dipan, dengan posisi setengah jongkok membelakangi posisi mengintipku Yusta melanjutkan servis kenikmatannya pada batang kejantanan si mas.

Mulai dari kepala penis raksasa yang membengkak kemerahan, turun ke batangnya, sampai kantong menyannya yang besar menggantung bagaikan buah alpukat pun tak luput dari serangan hisapan dan jilatan lidah Yusta, bahkan sesekali Yusta terlihat juga memainkan lidahnya di liang dubur si mas tadi, suatu hal yang belum dan mungkin takkan pernah ia lakukan bersamaku, alasannya “Jijik, kotor khan” Yusta selalu berkata seperti itu, namun hari ini sisi liar Yusta pun menampakkan wujudnya, dari posisiku saat ini terlihat lendir berwarna bening keputihan mengalir dan menetes keluar dari liang senggama Ayusta, mungkin disebabkan gelitikan jemari si mas pada kelentitnya yang membuat gairah birahi pacarku semakin naik ke ubun-ubun.

Sambil menahan rasa nikmat si mas mendongak keatas dan mengerang, aku membatin dengan rasa iri, jika aku yang menerima rangsangan hebat layaknya si mas itu mendapatkannya dari Yusta saat ini tentu air maniku sudah muncrat sejak sedari awal.


Akhinya mereka berdua bangkit diatas dipan kayu dan melepaskan seluruh kain yang masih melekat di tubuh mereka sambil berciuman, layaknya sepasang kekasih. Cuaca yang panas saat itu membuat tubuh telanjang mereka mengkilat dihiasi titik-titik keringat. Si mas yg kekar membetulkan posisi Yusta diatas dipan sambil memberi alas berupa beberapa lembar kain usang sebagai tatakan duduk bokong Yusta, sementara tangan Yusta tetap menggengam erat penis si mas sambil mengocoknya seakan tak mau melepasnya.

Setelah akhirnya Yusta dibaringkan di dipan. Si mas membuka kedua paha Yusta dan mengarahkan rudalnya kebibir vagina pacarku, Yusta terlihat meludahi tangannya kemudian melumuri topi baja si mas dengan ludahnya tadi, setelah merasa cukup licin Yusta membimbing batang besar itu dengan tangannya ke mulut vaginanya. “ Pelan2 ya mass… takut sakit”, ucap Yusta dengan tatapan sayu.

 “Tenang dek, awalnya memang sedikit sakit tapi lama2 pasti kamu suka “. Keduanya kemudian berciuman mesra, Yusta yang biasanya memintaku untuk mengenakan kondom saat ML kali ini seperti lupa daratan saat hendak merasakan batang raksasa si mas untuk pertama kalinya.

“Aaaccchhhh maassshhh … oooocchhhhhhhhhh “

Bukannya melakukan sesuatu, aku malah seperti terhipnotis untuk melihat vagina Yusta dipaksa menelan rudal kejantanan yang super besar itu. Terlihat jelas dari arahku mengintip penis itu dimasukan dan ditarik begitu seterusnya sampai akhirnya seluruh penis itu lenyap ditelan vagina Yusta, aku sampai terheran2 melihat peristiwa itu. Terdengar erangan Yusta menahan derita birahinya saat pelan2 mas-mas keparat itu mulai menggoyangkan penisnya diliang vagina Yusta.

Bibir vaginanya sampai ikut tertarik kedalam & keluar mengikuti gerakan penis besar itu. Si mas baru mulai mempercepat goyanganya Yusta sudah mengangkat pinggulnya keatas dan kemudian mengejang. “ Maassshhh……..Aaccchhkkkuu keluaaaaaarrrrhhh”. Ujar Yusta setengah berteriak. Tampak ada cairan bening meleleh keluar dari vagina Yusta.

“Haaaaah…!!!” Aku terkejut melihat Yusta pacarku, karena biasanya dia harus berjuang keras untuk bisa orgasme denganku. Mas-mas itu sangat pengertian dengan Yusta dia melepaskan penisnya dan dalam sekejap dia membalikan tubuh lemah Yusta keatas tubuh kekarnya.

Yusta kulihat terpejam sambil menggigit bibirnya dan keringat mengucur deras dari dahinya. Tangan Yusta coba meraih batang penis itu untuk kemudian memasukkannya lagi kedalam vaginanya. Pinggul Yusta mulai bergoyang. Tangan Yusta meraih kepala bandot tua itu dan dengan semangat si bandot menghisap kedua payudara pacarku.”Isaaaaphh Teeeruusssh Sayaaaangghh” Yusta terus meracau sambil bergerak liar. Belum pernah aku melihat Yusta begitu bernafsu seperti itu padahal dia sudah 2 kali orgasme.

Hampir beberapa menit lamanya aku menyaksikan adegan panas itu, Yusta yang sudah terbakar gairah asmara menari-nari dengan indah diatas tubuh kekar si Mas, tubuh sintal pacarku yang mengkilat bermandikan keringat menggeliat dan menggelinjang merasakan sensasi batang perkasa dibawahnya mengaduk-aduk liang senggamanya.

 Desahan Yusta terdengar semakin kencang, kepalanya mendongak kebelakang dan matanya membalik hanya menyisakan bagian putihnya saja, rupanya pacarku sedang dibuai gelora kenikmatan yang tak terperi, ekspresi yang sama sekali belum pernah kulihat saat ia bersenggama denganku.

Tak lama kemudian Si Mas menarik tubuh Ayusta dan membalikkan posisinya sehingga selangkangan Yusta yang ditumbuhi bulu lebat berada tepat didepan muka si mas dan rudal si mas berada didepan mulut Yusta, kemudian merekapun melanjutkan permainan liar mereka dalam posisi 69. Kembali suara rintihan dan erangan penuh nikmat keluar dari mulut kedua manusia laknat itu, keduanya terlihat saling berusaha memberikan rangsangan dan kepuasan pada kelamin pasangannya menggunakan mulut mereka masing-masing.

Yusta dengan bernafsu menghisap penis si mas yang saat ini telah benar-benar keras & mengkilat dilumuri air liurnya, “Sluurrrphh, mmphh, sllrpph, achh, geddhe bangetth sich maash kontolnyaah ..” Yusta tak henti-hentinya meracau menikmati terong lezat berurat milik si mas, sambil sesekali menatap sayu kearah bandot sialan itu yang saat ini dengan nafsunya juga menjilati serta mengisap liang vagina Yusta.

“Enak deek?” kata si mas sambil menghisap itil Yusta dan mengorek-ngorek lubang vagina sekaligus dubur pacarku tanpa rasa jijik menggunakan kedua jemari tangannya.

Yusta pun hanya bisa mendesah “nggghhh, enakk maasshh”, sementara terlihat selangkangan serta bulu-bulu lebat di sekitarnya telah basah oleh lendir kewanitaan Yusta yang bercampur dengan liur si mas.

Setelah puas saling menghisap, menjilat kemaluan satu sama lain, keduanya kemudian berganti posisi , Yusta kembali berada dibawah, namun kali ini telungkup dengan pantat besarnya mencuat keatas. si mas terlihat mengarahkan batang kejantanannya dari arah belakang, sebelum melesakkan batangnya ia kembali memainkan topi bajanya di bibir vagina pacarku, mencoba merangsang birahinya lebih jauh lagi.

Pelan namun pasti, batang kekar berurat itu kembali terbenam dalam liang vagina pacarku, Ayusta yang saat ini dalam posisi menungging pasrah hanya bisa merintih dan mendesah keenakan, sementara si mas-mas brengsek itu mengayunkan pinggangnya dengan gerakan teratur memasukkan dan menarik batang kejantanannya dari dalam liang senggama Ayusta diiringi desahannya yang berat. Ayunan pinggang lelaki kekar itu kemudian dipercepat dan Yusta mengimbanginya dengan memutar-mutarkan pantatnya menyambut hunjaman penis si mas, akibatnya rasa nikmat yang luar biasa melanda kedua insan tersebut mengakibatkan kini keduanya mengerang bergantian menahan sensasi tak terperi yang menjalar dari pangkal paha mereka.

Tanpa sadar aku mengeluarkan penisku yang ukurannya tak seberapa dibanding milik si mas tadi dan mulai mengocoknya, aku sungguh terangsang mendengar desah dan rintihan Ayusta menerima sodokan demi sodokan batang raksasa milik pria asing yang tak dikenalnya.

Gairahku semakin meninggi melihat betapa tubuh sintal Ayusta yang bermandikan keringat menggelinjang, menggeliat dan dengan liarnya pacarku itu meladeni permainan ranjang si mas, alhasil penisku semakin mengeras melihatnya. Beberapa saat kemudian yusta kembali berteriak, melepaskan gelora derita syahwatnya yang ke sekian kalinya, berbarengan dengan penisku yang juga telah menghamburkan maninya dibalik rumah itu.

Pacarku terlihat sangat keenakan, nikmat syahwat yang diberikan batang perkasa si mas membuat lendir vaginanya membanjir. Kecipak seperti suara air terdengar ketika penis itu mengobok-obok seisi lubang senggama Yusta. “Leeeebiiih Keeeeraasssh Maasshh” jerit Yusta semakin kacau. “krrrrraaaaaak … !!”, Aku sempat menginjak batang kayu dan si mas keparat itu mendengarnya, sesaat dia menghentikan goyangannya sambil berteriak, “Sopo Kui…!!! (Siapa Itu) “,hardiknya tapi tangan Yusta meraih wajah si mas “ Sudah Mas paling kucing aku lagi tanggung nih…” ujar Yusta sambil tersenyum dan kemudian melumat mesra bibir bajingan tengik itu. Untung saja pikirku. Dan pertempuran kembali dilanjutkan. Hampir 30 menit Yusta digenjot tanpa henti oleh mas-mas itu. Entah berapa kali Yusta mengalami orgasme karena hanya erangan demi erangan selalu keluar dari bibir mungil pacarku itu.

Diam-diam aku mengakui keperkasaan dan stamina mas-mas itu yang sanggup memberikan kenikmatan bagi Ayusta, wanita yang sangat kuat birahi syahwatnya. Semakin lama goyangan si mas semakin cepat dan tidak beraturan. “ Aaaccchhkuuu Mauuuuhh Keeeluuuaarrrh Saayaangghhh ”. Kata si mas tiba2. Bukannya melepas tubuhnya, tangan Yusta malah semakin menekan pantat hitam si mas dan membuat penisnya makin dalam menghujam liang kenikmatannya. Dan crot crot crot, bajingan keparat itu menumpahkan semua air maninya didalam vagina pacarku.

Ada perasaan benci melihat kejadian itu karena Yusta tidak pernah mau kalo aku muncrat didalam. Takut hamil katanya. Tapi kali ini Yusta malah memeluk erat bandot biadab itu sambil menciumnya, memainkan lidahnya dan membiarkan penis itu masih menancap didalam liang vaginanya. 

Sambil saling berpagutan mesra, lambat laun batang kekar itu melembek dan mengecil sehingga lepas dari vagina Yusta diiringi keluarnya cairan putih kental yang sangat banyak dari dalam liang senggama pacarku itu. Yakin mereka akan menyudahi pertarungannya aku bergegas kembali kewarung kopi tadi. Dengan perasaan masih tidak karuan aku duduk di warung tadi. Selang beberapa menit Yusta muncul. Lengkap dengan pakaiannya sewaktu dia pergi kekamar mandi tadi.

“ Sayang maaf yach lama banget… Gak tau nich tiba2 aja perutku mules banget jadi lama deh..” ujarnya sambil memelas, “ gak apa2 kok “ jawabku datar.
“ Kamu udah ngopinya, jalan lagi yuu “. Dan setelah berpamitan kepada si ibu kami kembali pulang.

Setelah kejadian itu hampir setiap akhir pekan Yusta selalu pergi , kerumah temannya di Kebumen katanya. Dan dia selalu memilih untuk naik kendaraan umum. Pernah suatu waktu aku menemukan beberapa kondom yang belum terpakai ditasnya. Anehnya aku tidak pernah berani untuk menanyakan hal ini ke Yusta. Aku juga merasakan keanehan ketika kami ML dia seperti malas2an dan tidak bergairah.

Pernah secara tak sengaja kupergoki dia sedang masturbasi di kamar kostnya menggunakan buah timun yang sangat besar ukurannya. Dugaanku, persetubuhannya yang hebat hari itu dengan si mas yang mungkin masih ia lanjutkan sampai sekarang, telah mengubah perilaku seksualnya, ia hanya dapat terpuaskan oleh pria yang perkasa dan tahan lama. Kadang aku bingung, ingin kuakhiri hubunganku dengan dirinya karena sepertinya sudah tidak ada gairah bagi diriku di hatinya, namun sayangnya aku masih sangat mencintainya.
Loading...

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Cerita Sek selingkuh : aku tahu kenapa lubang tempik mu longgar !"

Posting Komentar